Jaw Crusher

Jaw Crusher sangatlah cocok untuk menghancurkan dibagian primer dan sekunder. Dan Jaw Crusher dirancang untuk memberikan kualitas dan kinerja yang superior dengan konsumsi daya rendah dan mudah pemeliharaan.

Cara Kerja Jaw Crusher

Cara kerja alat ini adalah dengan menggerakkan salah satu jepit sementara yang lainnya diam. Tenaga yang dihasilkan oleh bagianyang bergerak mampu menghasilkan tenaga untuk menghancurkan batuan yang keras. Bagian terlemah dari crusher ini adalah toggle yang dapat rusak jika mengenai benda yang tidak dapat dihancurkan atau mengalami kelebihan kapasitas. Bagian atas jaw crusher sebaiknya minimal 5 cm lebih besar dari batuan yang dihancurkan.


Technical Data










Jenis-jenis Stone Crusher dan Prinsip Kerja Crusher

Crusher terdiri dari beberapa bagian, yaitu crusher primer (primary Crusher), crusher sekunder (secondary crusher) dan crusher tersier (tertiary crusher). Jadi Prinsip kerjanya adalah setelah batuan dimasukkan ke dalam crusher. hasil dari crusher primer dimasukkan kedalam crusher sekunder untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Bila hasil crusher sekunder belum memenuhi spesifikasi yang ditetapkan maka batuan diolah kembali di crusher tersier dan dipisahkan melalui screen sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Crusher juga dibagi berdasarkan cara kerja alat tersebut dalam memecahkan batuan. Crusher yang memecahkan batuan dengan memberikan tekanan pada batuan adalah jaw, gyratory dan roll crusher. Impact crusher menghancurkan batuan dengan tumbukan pada kecepatan tinggi. Pada umumnya jaw crusher digunakan sebagai crusher primer, sedangkan untuk tipe lainnya digunakan sebagai crusher sekunder.

Pada saat batuan masuk ke dalam crusher maka terjadi reduksi ukuran batuan tersebut. Reduksi tersebut ditetapkan dalam rasio reduksi. Pada jaw crusher, rasio didapat dari jarak crusher dibagian atas dibagi jarak bukaan bawah. Sedangkan pada roller crusher, rasio didapat dari ukuran batuan terbesar yang melewati crusher dibagi ukuran bukaan crusher. Rasio Reduksi dapat dilihat dari tabel.


(Sumber : Construction Planning, Equipment and method, 1996)

Dari Pengalaman dalam industri Crusher didapat hasil bahwa pada setiap pengaturan bukaan tertentu, 15% dari batuan yang melewati bukaan tersebut mempunyai ukuran lebih besar dari bukaannya. Dengan demikian, batuan yang dihasilkan dari crusher dan kemudian disaring maka 15% dari batuan tidak akan lolos saringan.

Stone Crusher

Apa yang dimaksud dengan Stone crusher?

Crusher adalah suatu alat bantu untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Selain memecahkan batuan, crusher juga memisahkan batuan hasil pemecahan dengan menggunakan saringan atau screen. Dengan adanya screen maka batuan dapat dikelompokkan sesuai dengan ukurannya seperti keinginan kita.

Kadang batuan dari alam berukuran besar sehingga perlu dilakukan pengolahan terhadap batuan tersebut sehingga dapat digunakan sebagai bahan bangunan, baik penghasil pasir, agregat, kerikil maupun batuan sehingga stone crusher dibutuhkan untuk memotong material. Untuk memasukkan batuan kedalam crusher biasanya digunakan alat berupa feeder. Untuk mendistribusikan agregat hasil pemecahan dan mengantarkan kembali agregat conveyor dalam alur kerja crusher.

Pemanfaatan agregat dalam proyek kontruksi sangatlah luas. Salah satu pemanfaatan agregat adalaha sebagai bahan dasar pembuat beton dan campuran aspal. Selain itu juga digunakan dalam pembuatan jalan, seperti pada dasar jalan atau permukaan pengerasan jalan. Agregat yang diambil dari alam dapat berupa pasir, kerikil dan batuan.

guhkhk

sadsadsacsa